20 tahun yang lalu gagasan pariwisata di Bosnia dan Herzegovia semakin memikat para wisatawan untuk datang di negara ini. Pemandangan kelak-kelok lembah sungai, pegunungan Alpen, dan kota-kota bersejarah di setiap persimpangan membuat wisatawan memuji pesona negara Balkan ini.

Resor arung jeram di Base Camp TaraSport mengapit perairan kristal Sungai Tara yang merupakan bagian dari perbatasan liar antara Bosnia dan Herzegovia serta Montenegro.

Wisatawan akan melalui jalan raya yang berliku dengan pemandang pegunungan di samping kiri jalan. Kamu perlu berhati-hati sebab di sebelah kanan terbentang sungai terdalam di dunia sedalam 1.290 meter.

Pegunungan Alpen

Pemandangan yang dramatis ini membuat Balkan mendapat julukan The Colorado of The Balkans. Di manapun kamu melihat di seberang lembah sungai, terhampar luas nan tinggi pegunungan Alpen yang indah.

Saat senja, langit menjadi merah muda, perak, dan hitam. Tetapi saat malam semakin gelap, jalanan pun menjadi semakin sepi.

Wisawatan akan dimanjakan di sepanjang perjalanan dengan pemandang hijau indah, sehingga perjalanan jauh tidak terasa melelahkan. Pengunjung akan melewati sebuah desa bernama Blagaj, desa yang dipenuhi dengan bunga-bunga indah terletak di bagian tenggara Bosnia.

Yerussalemnya Eropa

Di Balgaj kamu bisa beristirahat dan menikmati suara gemericik air sungai melalui jendela kamar. Jika merasa lapar, kamu bisa menuju restoran terdekat mirip bar yang disediakan perapian besar. Di siang hari kamu bisa menikmati pemandangan sungai melalui restoran tersebut.

Melalui jalan raya di Bosnia mengingatkan para wisatawan pada perang besar di Bosnia yang melibatkan pengepungan Saravejo. Saravejo sering disebut sebagai Yerussalem-nya Eropa. Sebab di Saravejo berkumpul umat Muslim, Katolik, Kristen Ortodox, Yahudi, dan No-Kristen Komunis. Semua umat tersebut hidup berdampingan dalam damai.

Serangan pasukan Serbia yang menyerbu Bosnia selama empat tahun. Tentu saja Bosnia menjadi kota bersejarah. Tragedi yang terjadi di Saravejo adalah bagian dari konflik yang lebih besar di Balkan. Konflik tersebut dipicu oleh kematian Josip Broz, seorang pemimpin besar Komunis yang dulu bernama Yugoslavia.

Ketika republik konstituennya mulai memisahkan diri dalam serangkaian Perang Yugoslavia yang kemudian dikenal sebagai Negara Republik Sosialis Bosnia dan Herzegovina terpecah belah menjadi berbagai etnis. Orang Kroasia, Bosniak, dan Serbia yang tinggal di sana bertempur dalam perang saudara dan tindakan genosida kejam yang menewaskan ratusan ribu orang, membuat 2,7 juta orang terlantar.

Surganya Kota Bersejarah

Bosnia adalah salah satu perbatasan perjalanan berikutnya di Eropa. Orang-orang ingin melewati perang dan kembali pada kemakuran.

Bosnia telah berbenah, pegunungan yang dulu menyeramkan kini menjadi pemandangan indah yang menjadi tujuan para wisatawan. Tempat ini adalah surganya orang-orang yang menyukai tempat terbuka dan menyukai petualangan di hutan belantara.

Sedangkan Saravejo memiliki daya pikat sejarah, beratap ubin merah, memiliki Menara gereja yang anggun. Saravejo memiliki arsitektur gaya Romawin, Ottoman, Austro-Hongaria, dan juga arsitektur Komunis. Semua masyarakatnya hidup damai di lembah pegunungan Alpen.

Di Saravejo pengunjung akan disuguhi pemandangan jembatan Latin yang terkenal. Di sinilah sejarah perang dunia 1 dimulai.

Jika tiba di Saravejo, kamu bisa menginap di Begov Hotel, sebuah penginapan dalam bangunan tua yang didirikan yahun 1890. Di Begov Hotel terdapat pemandian umum pertama di Sravejo. Banyak hotel menempati bangunan bersejarah abad ke-18. Kota ini memang kota tua yang indah, namun dilengkapi dengan restoran dan bar modern.

Menyusuri Balkan, Kawasan Bersejarah nan Cantik di Eropa Utara

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *